Serang – Polemik rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk mengambil alih delapan pulau di Teluk Banten memicu respons keras dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan siap berhadapan langsung dengan Wali Kota Serang demi mempertahankan kedaulatan wilayah Kabupaten Serang.
Delapan pulau yang menjadi rebutan tersebut adalah Pulau Lima, Pulau Kubur, Pulau Pisang, Pulau Pamujan Besar, Pulau Pamujan Kecil, Pulau Panjang, Pulau Semut, dan Pulau Tunda. Selama ini, pulau-pulau tersebut secara administratif berada di wilayah Kabupaten Serang.
“Mengambil haknya orang lain itu tidak boleh. Mengambil dengan cara penyerobotan wilayah Kabupaten Serang tidak dibenarkan bagaimanapun alasannya,” tegas Gofur Kamis (7/8/2025).
Gofur menegaskan, pulau-pulau tersebut merupakan warisan masyarakat Kabupaten Serang yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Ia menyayangkan langkah Pemkot Serang yang berupaya merebut pulau-pulau itu dengan berbagai cara, termasuk melibatkan Pemprov Banten dan Kementerian Dalam Negeri.
“Kita sebagai perwakilan rakyat menolak tegas. Kami akan mempertahankannya bagaimanapun caranya. Ini bukan hanya soal tanah atau laut, tapi soal harga diri daerah,” ujarnya.
Menurut Gofur, tindakan Pemkot Serang tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan justru berpotensi memicu kegaduhan.
“Ini ibarat membangunkan harimau yang sedang tidur. Masyarakat Kabupaten Serang selama ini tenang, tetapi jika diusik seperti ini, tentu akan bereaksi,” katanya.
Sebagai langkah strategis, Gofur akan berkoordinasi langsung dengan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, untuk menyatukan langkah mempertahankan wilayah administratif yang ada saat ini. Ia juga mengaku telah mendapatkan dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat.
“Pendapatan daerah, khususnya sektor pariwisata dan kelautan, akan sangat terdampak jika delapan pulau ini lepas. Ini milik kita, harga diri kita. Maka DPRD tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Selain itu, Gofur mengingatkan agar Pemkot Serang tidak mencari sensasi dengan mengorbankan daerah induk yang telah melahirkan Kota Serang.
“Budi, Walikota Serang jangan cari sensasi lalu mengorbankan Daerah Induk yang melahirkan Kota Serang, yakni Kabupaten Serang,” sindirnya.
Gofur memastikan pihaknya akan menggalang kekuatan bersama masyarakat Kabupaten Serang untuk menghadapi upaya yang ia sebut sebagai perongrongan kedaulatan daerah. Ia juga membuka opsi aksi massa jika Pemerintah Kabupaten Serang membiarkan persoalan ini berlarut-larut.
“Kalau pemda diam, kami akan gerakkan masyarakat. Baik secara administrasi maupun secara hukum, kami siap hadapi. Ini wilayah kita, dan tidak akan kami biarkan direbut,” tegas Gofur menutup pernyataannya.
Sebelumnya, Pemkot Serang mengumumkan rencana mengambil alih delapan pulau di Teluk Banten yang selama ini berada di bawah administrasi Kabupaten Serang. Langkah ini langsung menuai penolakan keras dari DPRD Kabupaten Serang dan sejumlah tokoh masyarakat. (AL)
