Launching Buku dan Apresiasi Karya Guru dan Siswa MTs Tarbiyatul Akhlak

SERANG – Program Duta Baca BerliterAksi kembali hadir untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi di kalangan pelajar. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di MTs Tarbiyatul Akhlak Kramatwatu, Kabupaten Serang, di sela-sela acara Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026, Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, madrasah bersama Duta Baca Banten melaksanakan launching buku antologi cerpen berjudul Langkah Pertama, sebuah karya kolaboratif yang ditulis oleh para siswa MTs Tarbiyatul Akhlak Kramatwatu. Peluncuran buku ini menjadi simbol keberanian para siswa untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya tulis yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Buku Langkah Pertama merupakan hasil dari proses pembinaan literasi dan kelas menulis yang dilaksanakan melalui Program Duta Baca BerliterAksi. Sesuai dengan judulnya, buku tersebut menjadi penanda langkah awal para siswa dalam dunia kepenulisan sekaligus bukti bahwa pelajar madrasah mampu menghasilkan karya yang bernilai ketika diberikan ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang.

Momentum pelepasan siswa juga dimanfaatkan sebagai ruang apresiasi terhadap karya dan potensi peserta didik. Kehadiran buku Langkah Pertama menjadi bukti bahwa literasi tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga mampu melahirkan karya nyata yang membanggakan.

Kepala MTs Tarbiyatul Akhlak Kramatwatu, H. Satiri, S.Ag., menyampaikan bahwa penguatan literasi merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang harus terus dikembangkan di lingkungan madrasah.

“Di era digital saat ini, siswa membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka perlu memiliki kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan mengekspresikan gagasannya dengan baik. Literasi menjadi salah satu kunci untuk membangun kemampuan tersebut. Karena itu kami menyambut baik kehadiran Program Duta Baca BerliterAksi di madrasah kami,” ujarnya.

Duta Baca Provinsi Banten, Suherman, S.T., M.M., yang dikenal dengan nama Leo Ikals, menjelaskan bahwa Program Duta Baca BerliterAksi dirancang untuk menghadirkan literasi yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Saya percaya setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Tantangannya bukan pada ada atau tidaknya potensi, tetapi apakah mereka memiliki ruang untuk bertumbuh. Melalui Program Duta Baca BerliterAksi, kami ingin membuka ruang itu agar pelajar berani berpikir, berani berbicara, dan berani berkarya,” kata Suherman.

Sebagai Duta Baca Provinsi Banten sekaligus Founder Kreator Merdeka, ia menilai bahwa kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan akan menjadi bekal penting bagi generasi muda di masa depan.

“Banyak anak muda hari ini aktif membuat konten, tetapi belum semua menyadari bahwa tulisan adalah fondasi dari kemampuan menyampaikan gagasan. Ketika mereka belajar menulis, mereka sebenarnya sedang belajar memimpin pikirannya sendiri. Karena itu, literasi harus menjadi gerakan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Menurut Suherman, terbitnya antologi cerpen Langkah Pertama menjadi bukti bahwa literasi yang dijalankan secara konsisten mampu melahirkan karya nyata.

“Judul Langkah Pertama memiliki makna yang sangat kuat. Setiap penulis hebat pernah memulai dari langkah pertamanya. Buku ini bukan hanya kumpulan cerpen, tetapi juga catatan keberanian para siswa untuk memulai, belajar, dan menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan karya yang membanggakan,” ujarnya.

Suherman juga menegaskan pentingnya memberikan ruang apresiasi kepada pelajar yang berani berkarya.

“Setiap karya layak diapresiasi. Ketika seorang siswa berani menulis, berani tampil, berani menyampaikan ide, atau berani menciptakan sesuatu yang positif, di situlah proses pembelajaran yang sesungguhnya sedang terjadi. Apresiasi menjadi penting karena dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat untuk terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Serang, Hj. Erni Casriatun, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi upaya MTs Tarbiyatul Akhlak Kramatwatu dalam menghadirkan program yang mendukung penguatan budaya literasi.

“Literasi merupakan keterampilan dasar yang akan mendukung keberhasilan siswa di berbagai bidang. Kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan bersama agar budaya membaca dan menulis semakin tumbuh di lingkungan madrasah dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari peserta didik,” tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Pembina Gerakan Literasi Sekolah (GLS) MTs Tarbiyatul Akhlak Kramatwatu, Qurotul Aini, S.Pd. Menurutnya, antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa minat terhadap literasi terus berkembang ketika diberikan ruang yang tepat.

“Kami bangga melihat keberanian siswa untuk menampilkan dan mempersembahkan karya mereka kepada publik. Buku Langkah Pertama menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, siswa mampu menghasilkan karya yang bernilai dan membanggakan madrasah,” ungkapnya.

Program Duta Baca BerliterAksi merupakan gerakan kolaboratif yang bertujuan memperluas akses literasi bagi pelajar melalui berbagai kegiatan edukatif, diskusi, kelas menulis, penguatan budaya baca, serta pengembangan karya. Program ini terus didorong untuk menjangkau lebih banyak sekolah dan madrasah di berbagai wilayah Provinsi Banten.

Peluncuran antologi cerpen Langkah Pertama menjadi salah satu bukti nyata bahwa budaya literasi dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah. Dari MTs Tarbiyatul Akhlak Kramatwatu, lahir karya yang menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pembelajar, penulis, dan kreator masa depan.

Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan pegiat literasi, Program Duta Baca BerliterAksi diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak sekolah dan madrasah di seluruh kabupaten dan kota di Banten, sehingga semakin banyak generasi muda yang berani melangkah, berkarya, dan berdaya melalui literasi.