SERANG — Menjaga kesehatan anak usia sekolah tidak cukup hanya dengan memastikan mereka mendapatkan imunisasi.
Deteksi kondisi kesehatan, pemantauan status gizi, hingga pencegahan penyakit menular juga menjadi bagian penting dalam memastikan anak dapat tumbuh sehat dan mengikuti proses belajar secara optimal.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Banten, melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2026.
Tahun ini, pelaksanaan BIAS dikemas lebih terpadu dengan mengintegrasikan tiga layanan kesehatan sekaligus, yakni imunisasi, Cek Kesehatan dan Gizi (CKG), serta skrining Tuberkulosis (TBC).
Program terpadu tersebut menyasar lebih dari 300 ribu peserta didik mulai jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Serang.
Dengan integrasi layanan ini, pemeriksaan kesehatan anak dapat dilakukan secara lebih efisien sekaligus memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Efrizal mengatakan, penggabungan tiga layanan tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada anak melalui lingkungan yang sudah menjadi bagian dari keseharian mereka, yakni sekolah.
“Tiga kegiatan ini digabungkan pelaksanaannya agar lebih efisien dan anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan secara menyeluruh,” ujar Efrizal di Serang, Senin (31/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, imunisasi menjadi salah satu layanan utama. Anak mendapatkan perlindungan melalui imunisasi campak-rubella dan Human Papillomavirus (HPV) sesuai sasaran dan ketentuan program.
Tidak berhenti pada imunisasi, Dinkes Kabupaten Serang juga menghadirkan CKG sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan dan status gizi siswa dapat diketahui lebih awal sehingga berbagai potensi masalah kesehatan dapat ditindaklanjuti.
Sementara itu, skrining TBC menjadi pelengkap penting dalam layanan terpadu tersebut. Lingkungan sekolah yang menjadi tempat anak-anak beraktivitas dan berinteraksi setiap hari membutuhkan perhatian terhadap potensi penularan penyakit.
Karena itu, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan.
Menurut Efrizal, pelaksanaan layanan terpadu tersebut disesuaikan dengan jadwal masing-masing sekolah. Dengan demikian, program dapat berlangsung secara tertib dan pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa mengabaikan aktivitas pendidikan siswa.
Dinkes Kabupaten Serang juga mengedepankan aspek keamanan dalam pemberian imunisasi. Anak yang mengalami demam dengan suhu di atas 38,5 derajat Celsius, sedang menderita sakit berat, atau memiliki riwayat alergi berat disarankan menunda imunisasi dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas kesehatan di lokasi.
Bagi orang tua, keterlibatan dalam program ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan anak. Dukungan orang tua dan sekolah dibutuhkan agar anak dapat mengikuti layanan kesehatan secara optimal.
“Kami mengimbau pihak sekolah dan para orang tua untuk tetap mendukung program ini demi menjaga kesehatan anak, yang pastinya juga akan berdampak pada peningkatan prestasi mereka di sekolah,” pungkas Efrizal.
Melalui integrasi imunisasi, pemeriksaan kesehatan dan gizi, serta skrining TBC, BIAS di Kabupaten Serang tidak sekadar menjadi agenda tahunan.
Program tersebut menjadi langkah bersama untuk membangun kesadaran bahwa anak yang sehat merupakan fondasi penting bagi proses belajar, tumbuh kembang, dan masa depan generasi Kabupaten Serang. (Advertorial)

