Serang – Dinas Kesehatan Provinsi Banten terus memperkuat upaya pengendalian hepatitis melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Hepatitis. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas cakupan skrining, serta mempercepat target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat.

Hepatitis merupakan penyakit yang sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis, kanker hati, hingga gagal hati apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Hepatitis B dan Hepatitis C bahkan menjadi penyebab lebih dari 90 persen kematian akibat hepatitis di dunia, sehingga diperlukan langkah pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang berkesinambungan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Provinsi Banten melakukan penguatan pelaksanaan program hepatitis di seluruh kabupaten dan kota. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelayanan skrining, pencatatan dan pelaporan kasus, tata laksana pasien, hingga sistem rujukan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selain mengevaluasi capaian program, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan sekaligus menyusun strategi percepatan peningkatan cakupan layanan hepatitis di Provinsi Banten. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, puskesmas, rumah sakit, serta tenaga kesehatan, diharapkan layanan pencegahan dan pengendalian hepatitis semakin optimal.

Sebagai bagian dari strategi pencegahan, Pemerintah Provinsi Banten juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Melalui program tersebut, masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat memperoleh layanan skrining hepatitis di seluruh puskesmas di wilayah Provinsi Banten sehingga penyakit dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara cepat.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan hepatitis melalui pemberian imunisasi Hepatitis B, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan alat medis yang steril, serta menghindari perilaku berisiko yang dapat menyebabkan penularan penyakit.

Untuk layanan pengobatan, pasien Hepatitis B, khususnya ibu hamil yang membutuhkan terapi, dapat memperoleh pelayanan di puskesmas. Sementara itu, layanan pengobatan Hepatitis C tersedia di sejumlah rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan di Provinsi Banten.

Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Dinas Kesehatan Provinsi Banten optimistis kualitas layanan hepatitis akan terus meningkat. Dengan deteksi dini yang lebih luas, pengobatan yang tepat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, target eliminasi hepatitis dapat diwujudkan demi terciptanya masyarakat Banten yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. (Advertorial)