SERANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang meluncurkan logo Konferensi Cabang (Konfercab) XV yang dirangkaikan dengan pembukaan Liga Santri 2026 dan semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang ke-500.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam pembangunan daerah.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang, KH. Muhamad Robi Ulfi Zt atau yang akrab disapa Gus Robi, mengatakan peluncuran tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya proses regenerasi dan estafet kepemimpinan di lingkungan PCNU Kabupaten Serang.
Ia berharap Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang dapat berlangsung dalam suasana guyub, sejuk, demokratis, serta mengedepankan keberlanjutan khidmat organisasi kepada umat dan masyarakat.
“Launching Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda dimulainya proses regenerasi dan estafet kepemimpinan di tubuh PCNU Kabupaten Serang. Kami ingin Konfercab nanti berlangsung dalam suasana guyub, sejuk, demokratis, dan berorientasi pada keberlanjutan khidmat NU,” kata Gus Robi, Sabtu, (3/10/2026).
Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi bagi keluarga besar NU untuk memperkuat komitmen organisasi sekaligus memastikan program-program kemasyarakatan tetap berjalan secara berkelanjutan.
Gus Robi menegaskan, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dijalani dengan mengedepankan persatuan dan kepentingan jam’iyyah.
Dengan demikian, proses regenerasi diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat kontribusi NU bagi masyarakat Kabupaten Serang.
Liga Santri Jadi Wadah Pembinaan Generasi Pesantren
Selain peluncuran logo Konfercab XV, pembukaan Liga Santri 2026 menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Menurut Gus Robi, olahraga merupakan salah satu sarana pembinaan generasi santri agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, sportif, berprestasi, dan berakhlak.
“Yang menarik, momentum ini kami rangkaikan dengan Opening Liga Santri 2026. Pesannya sederhana: NU tidak hanya berbicara soal organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana membangun generasi santri yang sehat, sportif, berprestasi, dan berakhlak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya kuat dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.
Karena itu, Liga Santri diharapkan menjadi wadah silaturahmi antarpesantren, mempererat ukhuwah, serta menanamkan nilai kejujuran dan sportivitas kepada para peserta.
Gus Robi juga mengaitkan agenda tersebut dengan peringatan 500 tahun Kabupaten Serang.
Ia menyebut NU memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga dan membangun daerah melalui berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pesantren, kaderisasi, kesehatan, olahraga, ekonomi umat, hingga penguatan kerukunan masyarakat.
“Di usia Serang yang ke-500 tahun, NU harus ikut menjaga dan membangun Serang bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.
GP Ansor Siap Kawal Konfercab dan Pembinaan Santri
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Serang, H. Andi Fandi, menyatakan GP Ansor siap mengawal pelaksanaan Liga Santri, menyukseskan rangkaian Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang, serta berkontribusi dalam peringatan HUT Kabupaten Serang ke-500.
Menurut Andi Fandi, ketiga agenda tersebut memiliki keterkaitan dalam memperkuat kaderisasi, menjaga soliditas organisasi, dan membangun generasi muda yang berkarakter.
Ia menjelaskan, Liga Santri bukan hanya kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sarana mempererat persaudaraan antarpesantren sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani.
“Melalui ajang Liga Santri ini, Ansor ingin menegaskan bahwa santri bukan hanya ahli dalam mengaji kitab kuning dan bertafaqquh fiddin, tetapi santri juga memiliki jiwa yang sehat, sportif, dan siap bersaing di segala bidang,” ujar Andi Fandi.
Ia menambahkan, nilai persaudaraan dan akhlak harus tetap menjadi prioritas bagi seluruh peserta, terlepas dari hasil pertandingan yang diraih.
Andi Fandi juga menegaskan komitmen GP Ansor sebagai badan otonom NU untuk mendukung penyelenggaraan Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang.
Peluncuran logo Konfercab, menurut dia, menjadi simbol dimulainya rangkaian persiapan menuju forum organisasi tersebut.
“Peluncuran logo ini adalah simbol kesiapan kita semua untuk menyukseskan Konfercab, memperkokoh jam’iyyah, serta menyongsong era baru khidmah NU di Kabupaten Serang agar semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas,” katanya.
Ia memastikan kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan terus memperkuat koordinasi dan menjaga kekompakan dalam mendukung agenda organisasi.
Momentum 500 Tahun Kabupaten Serang
Terkait peringatan HUT Kabupaten Serang ke-500, Andi Fandi menyebut perjalanan panjang daerah tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai sejarah, perjuangan ulama, serta kontribusi pesantren dalam kehidupan masyarakat.
GP Ansor, lanjut dia, berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas, merawat kebinekaan, dan mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pesantren, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat untuk membangun Kabupaten Serang yang maju dan berakhlakul karimah.
Kepada para peserta Liga Santri, Andi Fandi berpesan agar menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Ia mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari kompetisi, sedangkan persaudaraan antarsantri harus tetap dijaga.
Gus Robi Kenang Masa Khidmat di PCNU
Bagi Gus Robi, peluncuran logo Konfercab XV juga memiliki makna personal. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa masa khidmat kepengurusannya di PCNU Kabupaten Serang akan segera berakhir.
Ia mengungkapkan, perjalanan selama mengemban amanah organisasi diwarnai berbagai pengalaman dan pengorbanan, termasuk waktu bersama keluarga, pondok pesantren, serta waktu pribadi yang kerap dialokasikan untuk kepentingan umat.
“Saya pribadi juga merasakan launching ini sebagai momentum yang emosional, karena masa khidmat kami di PCNU Kabupaten Serang sebentar lagi berakhir. Banyak kenangan selama menjalankan amanah waktu bersama keluarga, pondok, bahkan waktu pribadi sering kami persembahkan untuk khidmat kepada umat. Mudah-mudahan semua itu menjadi amal,” tuturnya.
Meski masa kepengurusannya segera berakhir, Gus Robi berharap semangat pengabdian dan kesinambungan program organisasi tetap terjaga di bawah kepemimpinan selanjutnya.
Ia menegaskan, Konfercab XV harus menjadi momentum penyegaran kepemimpinan sekaligus penguatan konsolidasi agar PCNU Kabupaten Serang terus menjalankan perannya dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian peluncuran logo Konfercab XV, pembukaan Liga Santri 2026, dan peringatan HUT Kabupaten Serang ke-500 tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara NU, pesantren, GP Ansor, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan Kabupaten Serang.

