SERANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendapat perhatian khusus dari DPRD Provinsi Banten. Melalui Komisi V, DPRD menegaskan pentingnya memastikan kualitas dan kandungan gizi dalam menu program tersebut sesuai dengan standar beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

Anggota Komisi V DPRD Banten, dr. Yeremia Mendrofa, menyampaikan bahwa penyusunan menu MBG tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah porsi, tetapi juga harus memperhatikan komposisi zat gizi yang dibutuhkan tubuh, khususnya bagi anak usia sekolah.

“Kami berharap menu MBG benar-benar memenuhi standar ahli gizi, yaitu beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Makanan yang disajikan harus mengandung karbohidrat, protein, serta zat pengatur dari sayur dan buah,” ujar Yeremia saat ditemui di Serang, Senin (20/10/2025).

Yeremia menjelaskan, pola konsumsi yang beragam merupakan kunci dalam menjaga kualitas gizi masyarakat. Ia menilai, Banten memiliki banyak sumber pangan lokal yang dapat dioptimalkan untuk mendukung keberhasilan program tanpa harus bergantung pada makanan cepat saji atau produk olahan.

“Tidak perlu hamburger. Kita punya banyak sumber pangan lokal seperti nasi, tempe, tahu, ikan, dan sayur. Yang penting porsinya seimbang, higienis, halal, dan bebas bahan pengawet,” tegasnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa DPRD Banten melalui Komisi V akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Menurut Yeremia, program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi besar dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah di Banten apabila dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan melibatkan ahli gizi dalam penyusunannya.

“Kami di DPRD Banten akan memastikan agar program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah dan menjadi langkah konkret dalam membangun generasi sehat dan cerdas di masa depan,” tutupnya. (Advertorial)