SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus memperkuat pembangunan desa melalui pengembangan desa tematik.
Program ini menjadi salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki setiap desa.
Melalui konsep desa tematik, setiap desa didorong memiliki identitas dan produk unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Selain meningkatkan kesejahteraan warga, program ini juga diharapkan mampu menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, mengatakan, pengembangan potensi desa terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Saat ini, mayoritas desa di Kabupaten Serang telah memiliki sektor unggulan yang dikembangkan sesuai karakteristik wilayah dan sumber daya yang dimiliki.
“Mayoritas desa sudah memiliki potensi yang didorong untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada yang mengembangkan bioflok lele, nila, gurame, hingga desa melon, semangka, hidroponik, bahkan desa ayam petelur,” ujar Rudy, Senin, (13/7/2026).
Beragam inovasi tersebut menjadi bukti bahwa desa-desa di Kabupaten Serang mampu mengembangkan potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan dukungan pemerintah daerah melalui pendampingan, pembinaan, dan penguatan kelembagaan desa, berbagai usaha produktif terus berkembang.
Salah satu contoh keberhasilan pengembangan desa tematik dapat dilihat di Desa Kibin, Kecamatan Kibin. Desa tersebut berhasil mengembangkan usaha ayam petelur yang kini mampu memproduksi sekitar 2.100 butir telur setiap hari dari populasi sekitar 2.400 ekor ayam.
Menurut Rudy, tingginya permintaan pasar menjadi indikator bahwa produk unggulan desa memiliki prospek yang sangat baik. Bahkan, produksi yang ada saat ini baru mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan pasar sehingga peluang pengembangan usaha masih terbuka sangat luas.
“Permintaan sangat tinggi, bahkan banyak yang harus antre. Pedagang lebih memilih membeli langsung ke kandang karena harganya lebih murah dan kualitasnya lebih segar,” katanya.
Pada tahun 2026, DPMD Kabupaten Serang juga terus mengintensifkan pendampingan kepada desa-desa yang belum menetapkan potensi unggulannya.
Pendampingan dilakukan melalui identifikasi potensi wilayah, diskusi bersama pemerintah desa, hingga penyusunan arah pengembangan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.
Menurut Rudy, kondisi infrastruktur dasar yang semakin baik membuat banyak desa memiliki beragam peluang usaha. Oleh karena itu, DPMD hadir untuk membantu desa menentukan sektor yang paling potensial agar pengembangannya lebih terarah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami melakukan pendekatan dengan berdialog langsung agar desa tidak lagi bingung menentukan arah pengembangan potensi mereka,” ujarnya.
Melalui penguatan desa tematik, Pemerintah Kabupaten Serang optimistis potensi lokal yang dimiliki setiap desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Advertorial)

