SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang terus memperkuat upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak usia sekolah melalui pelaksanaan sejumlah program kesehatan secara terpadu.
Setelah momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Dinkes Kabupaten Serang menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Cek Kesehatan Gizi (CKG), serta skrining Tuberkulosis (TBC) di berbagai sekolah.
Pelaksanaan tiga program tersebut menyasar lebih dari 300.000 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di wilayah Kabupaten Serang.
Penggabungan kegiatan dilakukan sebagai langkah efisiensi sekaligus memastikan peserta didik memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengatakan pelaksanaan program disesuaikan dengan agenda sekolah agar seluruh kegiatan dapat berjalan tertib dan optimal.
“Karena padatnya kegiatan sekolah seputar peringatan HUT RI, pelaksanaan disepakati dilakukan serentak setelah tanggal 17 Agustus. Tapi, ada beberapa sekolah juga yang sudah mulai melaksanakannya,” ujar Efrizal, Kamis (27/8/2026).
Melalui BIAS, pemerintah memberikan perlindungan kepada anak sekolah dari sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Pada Agustus 2026, imunisasi diberikan kepada siswa kelas 1 SD berupa Campak Rubella (MR), kelas 5 SD untuk HPV, serta kelas 6 SD dan kelas 9 SMP bagi sasaran HPV yang belum memperoleh imunisasi.
Selanjutnya, pada November 2026, pelaksanaan BIAS mencakup imunisasi Difteri Tetanus (DT/Td) bagi sasaran kelas 1, kelas 2, dan kelas 5 SD sesuai ketentuan program imunisasi nasional.
Tidak hanya imunisasi, layanan CKG juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik.
Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk membantu mendeteksi lebih dini berbagai kondisi kesehatan dan permasalahan gizi sehingga dapat dilakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Sementara itu, skrining TBC dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah potensi penularan penyakit di lingkungan sekolah.
Dengan jumlah siswa yang besar dan interaksi yang tinggi, lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
Dinkes Kabupaten Serang mengajak sekolah, orang tua, serta seluruh pihak terkait untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga dinilai penting agar anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Untuk pelaksanaan imunisasi, anak yang sedang mengalami demam dengan suhu di atas 38,5 derajat Celsius, sakit berat, atau memiliki riwayat alergi berat disarankan menunda pemberian imunisasi dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas kesehatan.
Efrizal menegaskan, program imunisasi bagi anak sekolah diberikan secara gratis sebagai bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat.
“Imunisasi ini diberikan secara gratis, telah mendapat izin BPOM dan dinyatakan halal,” pungkasnya. (Advertorial)

