Dinas Kesehatan Provinsi Banten terus memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam upaya mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Provinsi Banten Tahun 2026 yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, organisasi profesi, mitra TBC, serta sektor terkait lainnya.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan penanggulangan TBC. Upaya eliminasi TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, organisasi profesi, mitra pembangunan, komunitas, serta berbagai unsur multisektor lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, M.A.R.S., menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan komitmen bersama agar program penanggulangan TBC dapat dilaksanakan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan OPD Provinsi Banten yang termasuk dalam Keputusan Gubernur Banten tentang Tim Percepatan Penanggulangan TBC Provinsi Banten. Hadir pula perwakilan OPD, khususnya bagian/seksi Program Evaluasi Pelaporan (PEP) dan program terkait, perwakilan organisasi profesi, mitra TBC, serta unsur multisektor lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan memastikan penanggulangan TBC tidak berjalan secara sektoral. Setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendukung penemuan kasus TBC secara aktif, memastikan pasien memperoleh pengobatan yang berkualitas dan tuntas, mencegah penularan, serta memperkuat sistem kesehatan yang responsif terhadap TBC.

Rapat koordinasi juga menjadi forum untuk mengevaluasi capaian program penanggulangan TBC yang telah dilaksanakan. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan program sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan hambatan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan penanggulangan TBC di Provinsi Banten.

Hasil evaluasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan multisektor. Dengan adanya koordinasi yang semakin baik, berbagai sumber daya dan dukungan dari masing-masing sektor dapat dioptimalkan untuk mempercepat pencapaian target penanggulangan TBC.

Selain evaluasi program, rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari proses penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC Tahun 2026–2029. Penyusunan RAD menjadi langkah penting untuk memastikan program penanggulangan TBC memiliki arah kebijakan yang jelas, terencana, terukur, terpadu, dan berkesinambungan.

RAD TBC diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan aksi nyata di lapangan. Melalui rencana aksi yang terintegrasi, pembagian peran dan kontribusi masing-masing sektor dapat diperkuat sehingga upaya penanggulangan TBC dapat berjalan lebih efektif.

Penemuan kasus secara aktif menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya memutus mata rantai penularan TBC. Semakin cepat kasus ditemukan dan mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang untuk mencegah penularan kepada orang lain. Karena itu, diperlukan dukungan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Di sisi lain, keberhasilan pengobatan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya eliminasi TBC. Pasien perlu mendapatkan pengobatan sesuai standar dan menyelesaikannya hingga tuntas. Dalam proses tersebut, dukungan keluarga, tenaga kesehatan, lingkungan, pemerintah daerah, organisasi profesi, serta mitra TBC memiliki peran penting untuk memastikan pasien mendapatkan pendampingan yang memadai.

Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Kesehatan Provinsi Banten terus mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, mitra TBC dan berbagai sektor lainnya. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya promotif, preventif, penemuan kasus, pengobatan, pendampingan pasien, serta penguatan sistem kesehatan.

Dengan dukungan dan aksi nyata dari seluruh sektor, upaya penanggulangan TBC di Provinsi Banten diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal. Kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan menjadi modal penting untuk mempercepat tercapainya eliminasi TBC pada tahun 2030, sekaligus mewujudkan masyarakat Banten yang semakin sehat dan produktif. (Advertorial)