CILEGON – Komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas bagi masyarakat terus diperkuat melalui transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten mendorong penguatan sinergi lintas sektor agar Posyandu mampu menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, saat melakukan kunjungan sekaligus penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Posyandu Mawar, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Rabu (29/7/2026).
Menurut Tinawati, keberhasilan implementasi Posyandu 6 SPM tidak dapat dilakukan oleh kader Posyandu semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, hingga masyarakat agar pelayanan dasar benar-benar dirasakan secara merata.
“Pak Wali Kota Cilegon adalah pembina Posyandu dan kami membutuhkan supporting system yang baik dimulai dari kepala daerahnya. Para OPD pengampu juga harus bahu-membahu mendukung segala bentuk kegiatan agar program pemerintah benar-benar tersambung hingga ke masyarakat,” ujar Tinawati.
Ia menjelaskan, transformasi Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, melainkan telah berkembang menjadi pusat pelayanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal yang mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial.
Karena itu, lanjut Tinawati, penyelenggaraan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan agar kualitas pelayanan Posyandu terus meningkat di seluruh kabupaten dan kota.
“Kegiatan ini bukan semata-mata hanya mencari siapa pemenangnya, namun bagaimana kita membina Posyandu-Posyandu agar pelayanan yang dirasakan masyarakat semakin baik, terutama sampai ke pelosok-pelosok yang belum tersentuh,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten turut meninjau berbagai inovasi yang dikembangkan Posyandu Mawar. Berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat ditampilkan, mulai dari pengelolaan sampah bekerja sama dengan sektor industri, edukasi pemilahan sampah rumah tangga, hingga penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Tinawati memberikan apresiasi atas inovasi tersebut karena dinilai mencerminkan implementasi Posyandu 6 SPM yang melibatkan kolaborasi lintas sektor sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami melihat semangat masyarakat luar biasa, terutama dalam pengelolaan sampah. Kesadaran memilah sampah dari rumah tangga sudah tumbuh dan bahkan sampah mampu memberikan nilai ekonomi. Ini menjadi salah satu inovasi yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Selain memperkuat transformasi Posyandu, Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten juga terus mengawal berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
“Lagi-lagi fungsi dan tugas kami adalah mengawal program-program yang menjadi unggulan dan prioritas pemerintah pusat maupun daerah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Tinawati.
Ia berharap berbagai inovasi yang lahir melalui Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh Posyandu lain sehingga kualitas pelayanan dasar terus meningkat di seluruh wilayah Banten.
“Semangat melayani masyarakat adalah kemenangan yang sesungguhnya. Mari kita terus bergandengan tangan mewujudkan masyarakat Banten yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Cilegon Alfi Rizki Aghnia Robinsar menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang dilakukan Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kunjungan ini bukan hanya penilaian lomba, tetapi kesempatan bagi kami untuk belajar, menerima masukan, dan semakin termotivasi agar pelayanan Posyandu di Kota Cilegon terus meningkat,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam memperkuat pelayanan kesehatan melalui dukungan terhadap Posyandu, penganggaran Universal Health Coverage (UHC), serta peningkatan layanan puskesmas agar beroperasi selama 24 jam dengan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Melalui kolaborasi yang erat antara Pemerintah Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, pemerintah kabupaten dan kota, tenaga kesehatan, serta kader Posyandu, diharapkan transformasi Posyandu 6 SPM mampu menghadirkan pelayanan dasar yang semakin berkualitas, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok Banten. (Advertorial)

