SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus mendorong pengembangan komoditas bawang merah sebagai salah satu potensi pertanian daerah.

 

Berbagai strategi disiapkan untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga kesejahteraan petani.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suharjo, mengatakan produksi bawang merah dari petani lokal saat ini mencapai sekitar 619 ton per tahun.

 

Jumlah tersebut memang masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Serang yang mencapai sekitar 5.025 ton per tahun.

 

“Kalau rata-rata kita masih jauh, baru 619 ton produksinya. Masih jauh dari kebutuhan di Kabupaten Serang yang mencapai 5.025 ton setiap tahunnya,” kata Suharjo di Serang (21/9/2026).

 

Menurut Suharjo, kondisi tersebut justru menunjukkan masih terbukanya peluang yang besar bagi pengembangan bawang merah di Kabupaten Serang.

 

Kebutuhan bawang merah masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 419 ton per bulan.

 

Angka tersebut bahkan dapat meningkat hingga sekitar 450 ton ketika memasuki periode hari besar keagamaan, seperti Ramadan dan Iduladha.

 

Karena itu, Pemkab Serang terus mendorong peningkatan produksi lokal agar potensi pertanian daerah dapat semakin berkembang dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah secara bertahap dapat dikurangi.

 

Salah satu tantangan yang dihadapi petani adalah menjaga kesinambungan produksi. Budidaya bawang merah membutuhkan perawatan intensif dan sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

 

“Budi daya bawang merah memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait cuaca dan perawatan yang intensif sehingga hasil produksi tidak kontinu,” ujar Suharjo.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Serang telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan wilayah yang menjadi sentra produksi bawang merah.

 

Melalui kerja sama tersebut, pasokan dapat diperkuat ketika kebutuhan di Kabupaten Serang meningkat.

 

Sebaliknya, ketika petani lokal memasuki masa panen raya, hasil produksi diharapkan dapat terserap sehingga harga tetap terjaga.

 

“Saat kita kekurangan, kita minta suplai dari sana. Sebaliknya, saat kita panen raya, mereka akan menyerap produksi kita juga agar harga tidak jatuh,” jelasnya.

 

Strategi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menciptakan ekosistem perdagangan yang saling menguntungkan antar daerah.

 

Petani Didorong Tumpang Sari dengan Cabai

 

Selain memperkuat akses pasar, Pemkab Serang juga mendorong petani menerapkan pola tanam tumpang sari dengan komoditas cabai.

 

Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko kerugian petani ketika hasil panen bawang merah tidak sesuai harapan.

 

“Gagal di bawang, ada keuntungan di cabai, itu harapannya. Kalau bawang yang untung atau cabai yang untung, itu harapan kita. Makanya kita sarankan kepada petani bawang untuk tumpang sari dengan cabai,” kata Suharjo.

 

Dengan pola tersebut, petani memiliki alternatif sumber pendapatan dalam satu lahan.

 

Pemkab Serang berharap strategi ini dapat meningkatkan ketahanan ekonomi petani sekaligus membuat budi daya komoditas hortikultura semakin menarik.

 

Kembangkan Produk Olahan Bernilai Tambah

 

Tak berhenti pada peningkatan produksi, Pemkab Serang juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan nilai ekonomi bawang merah melalui pengembangan produk olahan.

 

Kelompok tani ke depan akan didorong untuk mengembangkan berbagai produk berbahan dasar bawang merah, salah satunya bawang goreng.

 

Pengembangan produk olahan dinilai dapat membuka peluang baru bagi petani untuk mendapatkan nilai tambah dari hasil pertanian.

 

Dengan demikian, bawang merah tidak hanya dijual sebagai komoditas segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

 

Berbagai strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Serang untuk memperkuat sektor pertanian, membuka peluang usaha bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Dengan dukungan kerja sama antar daerah, pola tanam yang lebih adaptif, serta pengembangan produk olahan, komoditas bawang merah di Kabupaten Serang diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (ADVERTORIAL)