Senin, April 22, 2024
Berita Terbaru
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"normal"}

Seba Baduy Dinobatkan sebagai Festival Pariwisata Terpopuler Ke 2 Nasional

Seba Baduy dinobatkan Panitia Anugerah Pesona Indonesia (API) Award sebagai Festival Pariwisata Terpopuler Ke-Dua se-Indonesia.

“Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, pada Malam ini (Kamis 21 Mei 2020), Seba Baduy mendapatkan penghargaan pada Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) sebagai Festival Pariwisata terpopuler Ke-Dua,” ungkap admin akun Instagram @disbudparlebak yang merupakan akun intagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak.

Anugerah Pesona Indonesia (API) adalah rangkaian kegiatan pariwisata yang diselenggarakan tiap tahun.

Tujuannya yaitu dalam rangka membangkitkan apresiasi masyarakat, terhadap kegaitan pariwisata yang ada di Indonesia.

Penyelenggaraan API juga bertujuan untuk mendorong peran serta berbagai pihak atau stakeholder, dalam mempromosikan pariwisata serta mengembangkan ekonomi kreatif.

Setiap pihak baik masyarakat, industri/swasta maupun pemerintahan Daerah mulai dari Provinsi, Kabupaten, dan Kota, berperan secara langsung, nyata dan masif di bidang pariwisata.

“Semoga dengan diraihnya penghargaan ini menjadikan pariwisata di Kabupaten Lebak semakin dikenal oleh masyarakat luas. Selamat Kabupaten Lebak, Maju terus Lebak Unique!” lanjut akun @disbudparlebak

 

Apa Itu Seba Baduy?

Urang kanekes atau orang Baduy merupakan salah satu suku di Indonesia yang menutup diri dari dunia luar. Bahkan, kelompok etnis dari masyarakat adat suku di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini mempunyai keyakinan tabu untuk didokumentasikan, terlebih masyarakat yang tinggal di wilayah Baduy Dalam.

Meski demikian ada satu masa di mana masyarakat Baduy harus berbondong-bondong keluar dari wilayahnya dan menunjukan diri pada dunia, yakni pada saat mereka melaksanakan tradisi Seba.

Pada saat itulah ribuan orang Baduy baik itu Baduy Luar maupun Baduy Dalam, mereka semua akan melaksanakan perjalanan jauh dari desa Kanekes yang terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak menuju ke Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten.

Tanpa alas kaki, para pria yang dikenal sebagai Urang Kanekes atau masyarakat Baduy itu berjalan bersama-sama. Mereka tak butuh bantuan kendaraan bermotor roda dua apalagi empat.

Di tengah arus modernisasi yang menuntut orang-orang untuk serba cepat, mengandalkan sesuatu yang instan, orang Baduy justru tetap setia bertahan dengan nilai-nilai adat dan tradisinya. Salah satu tradisi Baduy yang menarik perhatian luas wisman dan masyarakat adalah Seba Baduy.

Sebuah tradisi tahunan yang telah bertahan selama ratusan tahun. Dalam bahasa Baduy, “Seba” berarti seserahan. Karenanya, dalam Seba Baduy, Urang Kanekes akan membawa hasil buminya, turun dari gunung untuk diserahkan pada pemerintah setempat atau yang dijuluki sebagai Penggede.

Menurut sejarawan Asep Kambali, tradisi Seba merupakan tradisi untuk melindungi kehidupan Urang Kanekes. Karena Urang Kanekes percaya bahwa Seba merupakan ucapan rasa syukur dalam bentuk membagi-bagikan hasil bumi.

Tradisi Seba tidak terbatas, karena dilakukan baik oleh Baduy Luar maupun Baduy Dalam. Baduy Luar adalah komunitas Baduy yang sudah lebih terbuka, baik pada informasi maupun teknologi. Sementara Baduy Dalam adalah komunitas Baduy yang tertutup dari dunia luar dan masih memegang teguh adat serta tradisi.

Penyerahan hasil bumi pada Penggede, baik Ibu Gede maupun Bapak Gede dilakukan secara langsung oleh Urang Kanekes sambil dipimpin oleh ketua adat atau yang disebut sebagai Puun. Penyerahan dilakukan pada Bupati Lebak yang kemudian dilanjutkan ke Gubernur Banten di Kota Serang.

 

Seba Baduy 2021 : Dilaksanakan Secara Sederhana di Tengah Pandemi Covid-19

Pelaksanaan Seba baduy 2021, dilaksankan secara terbatas ditengah Pandemi Covid-19, Jumat, (21/05/2021)

Pelaksanaan Seba baduy 2021, dilaksankan secara terbatas ditengah Pandemi Covid-19, Jumat, (21/05/2021)

Pada tahun 2021 ini Tradisi Seba Baduy tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Bedanya kali ini tidak ada kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya dimana diikuti ribuan peserta. Seba Baduy hanya diikuti oleh 24 warga perwakilan suku Baduy Dalam dan luar. Mereka jalan kaki sejauh 40 kilometer menuju Pendopo Kabupaten Lebak di Rangkasbitung.

Penyambutan yang dilakukan juga sederhana karena dilakukan terbatas. Bahkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta maaf tidak bisa menyambut dengan meriah.

“Harusnya sekarang seba gede (kunjungan besar), minta maaf, bukan karena tidak ingin memuliakan saudara, orang tua kami dari Baduy, tapi karena pagebluk harus taat protokol kesehatan,” kata Iti saat menyambut 24 warga Baduy di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat (21/5/2021).

Iti mengatakan, seharusnya Seba Baduy dilaksanakan meriah dimana semua masyarakat bersuka cita menyambut acara ini. Bahkan Pemkab Lebak sendiri membuat festival khusus sekitar satu minggu. Festival Seba Baduy juga masuk ke Kalender Wisata Nasional, dan menjadi event yang mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanagera ke Kabupaten Lebak.

“Biasanya jadi hal yang menarik wisatawan datang ke Lebak, tingkat kunjungan naik saat acara itu, sekarang kita laksanakan secara virtual saja bisa disaksikan di media sosial,” kata Iti.

Kepala Desa Kanekes sekaligus tetua Adat Baduy, Jaro Saija, memaklumi terbatasnya acara Seba Baduy kali ini. Dirinya bahkan mendoakan supaya Covid-19 segera berlalu. “Covid akan segera berlalu, jika kita semua sadar protokol kesehatan, pasti ada bubarnya,” kata dia. Dalam kesempatan tersebut, Saija juga menyampaikan jika hingga saat ini 16.800 warga Baduy masih terbebas dari Covid-19. (Advertorial)

 

Facebook
Twitter
WhatsApp

Belum Ada Komentar on Seba Baduy Dinobatkan sebagai Festival Pariwisata Terpopuler Ke 2 Nasional

Tinggalkan Komentar

Berita Populer

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Serahkan 489 SK PPPK Guru

Kanwil BPN Banten Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Kejaksaan Tinggi Banten

JANGKAR: Airin-Ade atau Airin-Andra, Kami Siap Mendukung

Mudik Lebaran 2024, Pj Gubernur Al Muktabar: Provinsi Banten Sudah Lakukan Persiapan Maksimal

Advertorial

Opini

Statistik Pengunjung

Pengunjung
0