Jumat, Februari 23, 2024
Berita Terbaru
{"ticker_effect":"slide-v","autoplay":"true","speed":3000,"font_style":"normal"}

Bendungan Sindangheula Dijadikan Sumber Air Baku SPAM

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Thoni Fathoni Mukson.

Serang – Bendungan Sindangheula di Kabupaten/Kota Serang bakal dijadikan sumber air baku untuk penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Provinsi Banten. Pemanfaatan Bendungan Sindangheula tersebut tertuang dalam materi muatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa DPRD tentang Pengembangan dan Pengelolaan SPAM.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Thoni Fathoni Mukson mengatakan, air baku yang bersumber dari Bendungan Sindangheula nantinya diolah menjadi air minum atau curah.”Setelah diolah menjadi air minum atau curah, dapat didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Khususnya masyarakat di Kabupaten/Kota Serang, dan Cilegon,”kata Thoni di KP3B, Curug Kota Serang, Selasa (15/5/2018).

Untuk memenuhui kebutuhan air minum bagi masyarakat di Kabupaten/Kota, air baku tidak hanya bersumber dari Bendungan Sindangheula, juga bersumber dari Bendungan Karian di Kabupaten Lebak.”Prioritas penyelenggaraan SPAM dilaksanakan oleh OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Kami ingin OPD terkait benar-benar mampu memanfaatkan keberadaan Bendungan Sindangheula dan Karian,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Banten dapat mengembangkan Bendungan Cidanau di Kabupaten Serang, Bendungan Pasir Kopo di Kabupaten Pandeglang, Bendungan Ciliman di Kabupaten Pandeglang, Bendungan Cibaliung di Kabupaten Pandeglang, Bendungan Pamarayan di Kabupaten Serang, Bendungan Ranca Sumur di Kabupaten Tangerang, Bendung Pasar Baru di Kota Tangerang, Bendungan Cisadane Pintu Sepuluh di Kota Tangerang, dan Bendungan Citeluk di Kabupaten Pandeglang.

“Pengembangan bendungan-bendungan itu untuk memenuhi kebutuhan air baku Penyelenggaraan SPAM Lintas Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Pola pengembangan pembangunannya dapat dikerjasamakan dengan pihak lain dan ini sudah diatur dalam materi muatan Raperda,”tuturnya.

Thoni menambahkan, pemanfaatkan dan pengembangan bendungan yang diatur dalam materi muatan Raperda Pengembangan dan Pengelolaan SPAM, sudah disepakati OPD terkait pada Rapat pembahasan Raperda tanggal 8 Mei 2018 di Ruang Rapat Komisi IV.”Sekerang ini pembahasan Raperda Pengembangan dan Pengelolaan SPAM memasuki tahap akhir, mudah-mudahan segera diplenokan untuk diparipurnakan hingga ditetapkan menjadi Perda,”harapnya. Diketahui, Raperda Pengembangan dan Pengelolaan SPAM memuat 18 BAB dengan 74 Pasal. (Advertorial)

Facebook
Twitter
WhatsApp

Belum Ada Komentar on Bendungan Sindangheula Dijadikan Sumber Air Baku SPAM

Tinggalkan Komentar

Berita Populer

Guna Kenyamanan Masyarakat, Polres Serang Melakukan Berbagai Upaya

Disdukcapil Kabupaten Serang Jemput Bola Perekaman e-KTP 1.722 Pelajar SMA/SMK

Tinjau SMAN 1 Lebak Wangi Kabupaten Serang, Pj Gubernur Al Muktabar: Pemprov Banten Giatkan Pembangunan SDM

Resmikan Sejumlah RKB dan Sarpras Pendidikan, Pj Gubernur Al Muktabar: Pemprov Banten Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Advertorial

Opini

Statistik Pengunjung

0
Pengunjung